Rumah bersubsidi merupakan perumahan yang biayanya sebagian besar ditanggung oleh pemerintah. Di Indonesia sendiri peminat rumah bersubsidi sangat banyak, tapi sayangnya tidak diimbangi dengan ketersediaan yang memadai. Lalu, kenapa banyak orang sangat tertarik dengan perumahan bersubsidi? Simak alasan-alasannya dibawah ini.

Harga Terjangkau

Karena sebagian besar biayanya ditanggung oleh pemerintah, maka harga dari rumah bersubsidi menjadi lebih murah dibanding perumahan yang tidak bersubsidi. Rumah bersubsidi memang ditujukan untuk MBR atau Masyarakat Berpendapatan Rendah karena itu pasti harganya lebih murah.

Syarat Mudah

Selain harganya yang terjangkau, syarat untuk membeli rumah bersubsidi juga tidak sulit, Anda hanya membutuhkan beberapa persyaratan standar saja seperti memiliki NPWP, WNI minimal berusia 21 tahun, sebelumnya belum pernah mendapat rumah bersubsidi dan beberapa syarat lain.

Lokasi Dekat Pusat Industri

Rumah subsidi biasanya dibangun dekat dengan pusat industri yang berada di kawasan berkembang. Karena itu dalam beberapa tahun kedepan kemungkinan daerah tersebut berkembang pesat dan lokasi perumahan berubah menjadi kawasan strategis untuk dihuni.

Pengembang Terpercaya

Resiko akan adanya developer atau pengembang nakal dalam pembangunan perumahan bersubsidi bisa dibilang cukup minim. Pemerintah biasanya menggandeng beberapa developer kecil yang sudah terdaftar dalam APERSI atau Asosiasi Peng

Tidak Dijual Inden

Sistem inden biasa diterapkan dalam perumahan pada umumnya, tetapi ternyata tidak ada sistem inden dalam perumahan bersubsidi, cara ini dilakukan pemerintah untuk menghindari tangan-tangan nakal para developer. Jadi seluruh rumah yang ada dalam keadaan siap huni sehingga calon pembeli bisa mengeceknya secara langsung.

Hanya saja, dibalik kelebihannya tentu rumah bersubsidi juga memiliki kekurangan, diantarnya:

Lokasi Jauh dari Pusat Kota

Walaupun dekat dengan pusat industri, biasanya rumah bersubsidi dibangun jauh dari pusat kota, sehingga apabila ingin pergi ke pusat kota, Anda harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Selain itu biasanya akses menuju perumahan bersubsidi juga cukup jauh dari jalan raya. Umumnya Anda butuh kendaraan pribadi untuk bisa sampai di lokasi perumahan.

 

Bangunan Rumah Standar

Perumahan bersubsidi memiliki batas tersendiri, yaitu 36 meter persegi untuk rumah tapak dan 21 meter pesegi untuk rumah susun. Peraturan ini dibuat agar target pemerintah jatuh pada sasaran yang tepat. Hanya saja tak jarang bangunan rumah rentan akan kerusakan, bahkan baru beberapa bulan saja terkadang tembok rumah sudah ada yang retak.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *